Minggu, 13 Oktober 2013

DESIGN PEMODELAN GRAFIK

Desain atau yang sering disebut sebagai seni terapan, atau arsitektur. Desain memiliki arti yaitu proses membuat dan menciptakan obyek baru dalam bentuk sebuah rencana atau obyek nyata. Pengertian desain secara umum yaitu suatu pemikiran baru yang fundamental seni dengan tidak hanya menitik-beratkan pada nilai estetik, namun juga aspek fungsi dan latar industri secara massa, yang memang pada realitanya pengertian desain tidak hanya digunakan dalam dunia seni rupa saja, namun juga dalam bidang teknologi, rekayasa

Pemodelan adalah membentuk suatu benda-benda atau obyek. Membuat dan mendesain obyek tersebut sehingga terlihat seperti hidup. Sesuai dengan obyek dan basisnya, proses ini secara keseluruhan dikerjakan di komputer. Melalui konsep dan proses desain, keseluruhan obyek bisa diperlihatkan secara 3 dimensi, sehingga banyak yang menyebut hasil ini sebagai pemodelan 3 dimensi (3D modelling).

Grafik berasal dari kata grafika yang artinya segala cara pengungkapan dan perwujudan dalam bentuk huruf, tanda, dan gambar yang diperbanyak melalui proses percetakan guna disampaikan kepada khalayak. Contohnya adalah : foto, gambar/drawing, Line Art, grafik, diagram, tipografi, angka, simbol, desain geometris, peta, gambar teknik, dan lain-lain





Ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan bila membangun model obyek, kesemuanya memberi kontribusi pada kualitas hasil akhir. Hal-hal tersebut meliputi metoda untuk mendapatkan atau membuat data yang mendeskripsikan obyek, tujuan dari model, tingkat kerumitan, perhitungan biaya, kesesuaian dan kenyamanan, serta kemudahan manipulasi model. Proses pemodelan 3D membutuhkan perancangan yang dibagi dengan beberapa tahapan untuk pembentukannya. Seperti obyek apa yang ingin dibentuk sebagai obyek dasar, metoda pemodelan obyek 3D, pencahayaan dan animasi gerakan obyek sesuai dengan urutan proses yang akan dilakukan.

Daftar software desain grafis
Ada beberapa software yang digunakan dalam desain grafis:
Desktop publishing
·                     Adobe Photoshop
·                     Adobe Illustrator
·                     Adobe Indesign
·                     Coreldraw
·                     GIMP
·                     Inkscape
·                     Adobe Freehand
·                     Adobe image ready
·                     CorelDraw
·                     Adobe Page Maker
·                     Paint Tool SAI
Webdesign
·                     Adobe Dreamweaver
·                     Microsoft Frontpage
·                     Notepad
·                     Adobe Photoshop
Audiovisual
·                     Adobe After Effect
·                     Adobe Premier
·                     Final Cut
·                     Adobe Flash, atau sebelumnya Macromedia Flash
·                     Ulead Video Studio
·                     Magic Movie Edit Pro
·                     Power Director
Rendering 3 Dimensi
·                     3D StudioMax
·                     Maya
·                     AutoCad
·                     Google SketchUp
·                     Light Wave
·                     Blender
·                     Softimage


a. Motion Capture/Model 2D
Yaitu langkah awal untuk menentukan bentuk model obyek yang akan dibangun dalam bentuk 3D. Penekanannya adalah obyek berupa gambar wajah yang sudah dibentuk intensitas warna tiap pixelnya dengan metode Image Adjustment Brightness/Contrast, Image Color Balance, Layer Multiply, dan tampilan Convert Mode RGB dan format JPEG. Dalam tahap ini digunakan aplikasi grafis seperti Adobe Photoshop atau sejenisnya. Dalam tahap ini proses penentuan obyek 2D memiliki pengertian bahwa obyek 2D yang akan dibentuk merupakan dasar pemodelan 3D.
Keseluruhan obyek 2D dapat dimasukkan dengan jumlah lebih dari satu, model yang akan dibentuk sesuai dengan kebutuhan. Tahap rekayasa hasil obyek 2D dapat dilakukan dengan aplikasi program grafis seperti Adobe Photoshop dan lain sebagainya, pada tahap pemodelan 3D, pemodelan yang dimaksud dilakukan secara manual. Dengan basis obyek 2D yang sudah ditentukan sebagai acuan. Pemodelan obyek 3D memiliki corak yang berbeda dalam pengolahannya, corak tersebut penekanannya terletak pada bentuk permukaan obyek.

b. Dasar Metode Modeling 3D
Ada beberapa metode yang digunakan untuk pemodelan 3D. Ada jenis metode pemodelan obyek yang disesuaikan dengan kebutuhannya seperti dengan nurbs dan polygon ataupun subdivision. Modeling polygon merupakan bentuk segitiga dan segiempat yang menentukan area dari permukaan sebuah karakter. Setiap polygon menentukan sebuah bidang datar dengan meletakkan sebuah jajaran polygon sehingga kita bisa menciptakan bentuk-bentuk permukaan. Untuk mendapatkan permukaan yang halus, dibutuhkan banyak bidang polygon. Bila hanya menggunakan sedikit polygon, maka object yang didapat akan terbagi sejumlah pecahan polygon.
Sedangkan Modeling dengan NURBS (Non-Uniform Rational Bezier Spline) merupakan metode paling populer untuk membangun sebuah model organik. Kurva pada Nurbs dapat dibentuk dengan hanya tiga titik saja. Dibandingkan dengan kurva polygon yang membutuhkan banyak titik (verteks) metode ini lebih memudahkan untuk dikontrol. Satu titik CV (Control verteks) dapat mengendalikan satu area untuk proses tekstur.

c. Proses Rendering
Tahap-tahap di atas merupakan urutan yang standar dalam membentuk sebuah obyek untuk pemodelan, dalam hal ini texturing sebenarnya bisa dikerjakan overlap dengan modeling, tergantung dari tingkat kebutuhan. Rendering adalah proses akhir dari keseluruhan proses pemodelan ataupun animasi komputer. Dalam rendering, semua data-data yang sudah dimasukkan dalam proses modeling, animasi, texturing, pencahayaan dengan parameter tertentu akan diterjemahkan dalam sebuah bentuk output. Dalam standard PAL system, resolusi sebuah render adalah 720 x 576 pixels. Bagian rendering yang sering digunakan:
·         Field Rendering. Field rendering sering digunakan untuk mengurangi strobing effect yang disebabkan gerakan cepat dari sebuah obyek dalam rendering video.
·         Shader. Shader adalah sebuah tambahan yang digunakan dalam 3D software tertentu dalam proses special rendering. Biasanya shader diperlukan untuk memenuhi kebutuhan special effect tertentu seperti lighting effects, atmosphere, fog dan sebagainya.

d. Texturing
Proses texturing ini untuk menentukan karakterisik sebuah materi obyek dari segi tekstur. Untuk materi sebuah object bisa digunakan aplikasi properti tertentu seperti reflectivity, transparency, dan refraction. Texture kemudian bisa digunakan untuk meng-create berbagai variasi warna pattern, tingkat kehalusan/kekasaran sebuah lapisan object secara lebih detail.

e. Image dan Display
Merupakan hasil akhir dari keseluruhan proses dari pemodelan. Biasanya obyek pemodelan yang menjadi output adalah berupa gambar untuk kebutuhan koreksi pewarnaan, pencahayaan, atau visual effect yang dimasukkan pada tahap teksturing pemodelan. Output images memiliki Resolusi tinggi berkisar Full 1280/Screen berupa file dengan JPEG,TIFF, dan lain-lain. Dalam tahap display, menampilkan sebuah bacth Render, yaitu pemodelan yang dibangun, dilihat, dijalankan dengan tool animasi. Selanjutnya dianalisa apakah model yang dibangun sudah sesuai tujuan. Output dari Display ini adalah berupa *.Avi, dengan Resolusi maksimal Full 1280/Screen dan file *.JPEG.
Ada beberapa metode yang digunakan untuk pemodelan 3D. Metode pemodelan obyek disesuaikan dengan kebutuhannya seperti dengan nurbs dan polygon ataupun subdivision. Modeling polygon merupakan bentuk segitiga dan segiempat yang menentukan area dari permukaan sebuah karakter. Setiap polygon menentukan sebuah bidang datar dengan meletakkan sebuah jajaran polygon sehingga kita bisa menciptakan bentuk-bentuk permukaan. Untuk mendapatkan permukaan yang halus, dibutuhkan banyak bidang polygon. Bila hanya digunakan sedikit polygon, maka object yang didapatkan akan terbagi menjadi pecahan-pecahan polygon.
Sedangkan Modeling dengan Nurbs (Non-Uniform Rational Bezier Spline) adalah metode paling populer untuk membangun sebuah model organik. Hal ini dikarenakan kurva pada Nurbs dapat dibentuk dengan hanya tiga titik saja. Dibandingkan dengan kurva polygon yang membutuhkan banyak titik (verteks) metode ini lebih memudahkan untuk dikontrol. Satu titik CV (Control verteks) dapat mengendalikan satu area untuk proses tekstur.
Desain permodelan grafik sangat berkaitan dengan grafik komputer. Berikut adalah kegiatan yang berkaitan dengan grafik komputer:
1.    Pemodelan geometris : menciptakan model matematika dari objek-objek 2D dan 3D.
2.    Rendering : memproduksi citra yang lebih solid dari model yang telah dibentuk.
3.    Animasi : Menetapkan/menampilkan kembali tingkah laku/behaviour objek bergantung waktu.
4.    Graphics Library/package (contoh : OpenGL) adalah perantara aplikasi dan display hardware(Graphics System).
5.    Application program memetakan objek aplikasi ke tampilan/citra dengan memanggil graphics library.
6.    Hasil dari interaksi user menghasilkan/modifikasi citra.
7.    Citra merupakan hasil akhir dari sintesa, disain, manufaktur, visualisasi dll.



Read more: http://safemode.web.id/artikel/design/desain-pemodelan-grafik#ixzz2haRmdWvr

                   http://id.wikipedia.org/wiki/Desain
Posted by Panji Teguh On 01.31 No comments READ FULL POST

Selasa, 21 Mei 2013


Analisa dan Komparasi Parameter pada Web II


Pada tulisan sebelumnya saya sudah menerangkan bagaimana segi menganalisis Implementasi (page generation) & pengujian (testing) yang baik dalam sebuah web,
nah dalam tulisan kali ini saya akan menganalisa antara web 2 yaitu: http://www.narotama.ac.id/ dan http://www.maranatha.edu/ . dan saya akan menganalisa dan membuat suatu percobaan Implementasi (page generation) & pengujian (testing) dan saya akan menggunakan bantuan dari salah satu web yaitu :     http://validator.w3.org/  dan  http://jigsaw.w3.org/css-validator/   unttuk menguji keduan web tersebut

W3C Markup Validator adalah layanan gratis oleh W3C yang membantu memeriksa keabsahan/kevalidan sebuah Web dokumen (HTML). Pada dasarnya Web dokumen ditulis menggunakan bahasa markup, seperti HTML, HTML 5 atau XHTML. Bahasa-bahasa markup ini ditentukan oleh spesifikasi teknis tertentu, termasuk juga machine-readable formal grammar (tata bahasa agar dapat terbaca dengan benar). Nah,pemeriksaan dokumen terhadap kesalahan atau eror ini disebut validasi, dan adalah fungsi dari Markup Validator.                                                                                                                         
              












Dalam sebuah website dapat dikatakan baik, jika dibahas satu persatu akan banyak sekali parameter-parameternya. Contohnya saja dari segi menganalisis Implementasi (page generation) & pengujian (testing)
Suatu kegiatan untuk mewujudkan desain menjadi suatu web site. Teknologi yang digunakan tergantung dengan kebutuhan yang telah dirumuskan pada tahap analisis.
Pengujian dilakukan setelah implementasi selesai dilaksanakan. Pengujian meliputi beberapa parameter yang akan menentukan standar aplikasi berbasis web yang telah dibuat. Tahap pengujian adalah suatu proses untuk menguji aplikasi berbasis web yang telah selesai dibuat. Hal ini bertujuan untuk menemukan kesalahan dan kemudian memperbaikinya. Pengembang suatu aplikasi berbasis web mendapat tantangan besar untuk melakukan pengujian karena karakter aplikasi ini yang beroperasi pada jaringan dengan berbagai macam pengguna, berbagai macam sistem operasi, perangkat keras, browser, protokol komunikasi, dll.
Ada beberapa pendekatan yang digunakan untuk melakukan pengujian, yaitu :
1. Pengujian fungsional dan operasional (fungsional and operational testing)
Bertujuan untuk menguji masukan dan keluaran dari aplikasi ini.
Hasil keluaran aplikasi bergantung dari teknologi yang digunakan, baik itu bahasa pemrograman maupun bahasa skrip yang digunakan.
Untuk menguji code HTML dan CSS yang digunakan dapat menggunakan alat bantu W3C HTML Validation Service di http://validator.w3.org/ dan W3C CSS Validation Service di http://jigsaw.w3.org/css-validator/
2. Pengujian navigasi (navigation testing)
Hal ini digunakan untuk melihat kesesuaian antara desain navigasi dengan navigasi yang ada di aplikasi. Navigasi berhubungan dengan link-link yang terdapat didalam aplikasi.
Untuk menguji link dapat digunakan alat bantu W3C Link Checker Service di http://validator.w3.org/checklink
3. Pengujian konfigurasi (configuration testing)
Pengujian ini dilakukan pada sistem operasi, browser, sistem perangkat keras dan perangkat lunak pendukung. Pengujian ini dilakukan untuk menentukan batas toleransi kebutuhan aplikasi akan perangkat lunak dan perangkat keras pendukungnya.
4. Pengujian keamanan dan performansi (security and performance testing)
Pengujian ini dilakukan untuk melihat tingkat keamanan aplikasi dengan cara menguji aspek-aspek yang dapat menimbulkan gangguan keamanan aplikasi maupun server. Keamanan aplikasi sangat bergantung pada teknologi pengembangan website, konfigurasi server yang digunakan dan kelakuan sistem. Pengujian performansi dapat dilakukan bersamaan dengan pengujian keamanan aplikasi, karena keamanan aplikasi berbasis web juga tergantung dari performansi server dan aplikasi tersebut.dll


Dan saya tidak akan membahas semuanya satu persatu, di sini saya akan membahas salah satu parameter website yang menjadi sebuah kriteria dan disini saya akan menggunakan alat bantu untuk membuat sebuah penilaian dalam menguji code HTML dan CSS saya mengunakan alat bantu W3C HTML Validation Service di http://validator.w3.org/ dan W3C CSS Validation Service di http://jigsaw.w3.org/css-validator/ . untuk membuat suatu perbandingan.

Langsung saja web pertama yang akan saya uji Testing pada parameter " fungsional and operational testing yaitu web Universitas Narotama : http://www.narotama.ac.id/


                                                         ( http://www.narotama.ac.id/ )
                                                          


Testing yang pertama akan mencoba code HTML XTML pada website http://www.narotama.ac.id/
pada website itu telah terdekteksi Kesalahan pada saat memeriksa dokumen sebagai XHTML 1.0 Strict! :
Hasil: 27 Kesalahan, 3 peringatan (s)
alamat:

http://www.narotama.ac.id/
Encoding: iso-8859-1
Doctype: XHTML 1.0 Strict
Elemen root: html
Akar Ruang nama: http://www.w3.org/1999/xhtml  


pada pengujian CSS telah terdeteksi
Dokumen memvalidasi sebagai CSS level 3

this icon to your Web page:

 Valid CSS!

<p>
    <a href="http://jigsaw.w3.org/css-validator/check/referer">
        <img style="border:0;width:88px;height:31px"
            src="http://jigsaw.w3.org/css-validator/images/vcss"
            alt="Valid CSS!" />
    </a>
</p>
            
Valid CSS!
<p>
<a href="http://jigsaw.w3.org/css-validator/check/referer">
    <img style="border:0;width:88px;height:31px"
        src="http://jigsaw.w3.org/css-validator/images/vcss-blue"
        alt="Valid CSS!" />
</a>
</p>
        
(close the img tag with > instead of /> if using HTML <= 4.01)

Warnings (2)

URI : http://www.narotama.ac.id/

219 #content-wrap Same color for background-color and border-top-color
223 #header Same color for background-color and color


Dari analisa yang pertama website http://www.narotama.ac.id/ mencoba code HTML XTML telah terdeteksi XHTML 1.0 Strict! Hasil: 27 Kesalahan, 3 peringatan
Encoding: iso-8859-1 Elemen root: html
dan
Pada pengujian CSS telah terdeteksi 
Dokumen memvalidasi sebagai CSS level 3!



web kedua yang akan saya uji Testing pada parameter " fungsional and operational testing yaitu web Universitas Kristen Maranatha : http://www.maranatha.edu/

                                                            ( http://www.maranatha.edu/ )

Testing yang Kedua akan mencoba code HTML XTML pada websitehttp://www.maranatha.edu/.
pada website itu telah terdekteksi Kesalahan pada saat memeriksa dokumen sebagai


XHTML 1.0 Strict! :

Hasil: 9 Kesalahan, 2 peringatan (s)
alamat:
http://www.maranatha.edu/
Encoding: iso-8859-1
Doctype: XHTML 1.0 Strict
Elemen root: html
Akar Ruang nama: http://www.w3.org/1999/xhtml 


Pada pengujian CSS telah terdeteksi 
Dokumen memvalidasi sebagai CSS level 3!


this icon to your Web page
 

 Valid CSS!

<p>
    <a href="http://jigsaw.w3.org/css-validator/check/referer">
        <img style="border:0;width:88px;height:31px"
            src="http://jigsaw.w3.org/css-validator/images/vcss"
            alt="Valid CSS!" />
    </a>
</p>
            
Valid CSS!
<p>
<a href="http://jigsaw.w3.org/css-validator/check/referer">
    <img style="border:0;width:88px;height:31px"
        src="http://jigsaw.w3.org/css-validator/images/vcss-blue"
        alt="Valid CSS!" />
</a>
</p>
 
(close the img tag with > instead of /> if using HTML <= 4.01) 

 

Warnings (2)

URI : http://www.maranatha.edu/

220 #content-wrap Same color for background-color and border-top-color
224 #header Same color for background-color and color



Dari analisa yang kedua web http://www.maranatha.edu/ mencoba code HTML XTML telah terdeteksi XHTML 1.0 Strict! : Hasil: 9 Kesalahan, 2 peringatan (s) Encoding: iso-8859-1 Elemen root: html dan Pada pengujian CSS telah terdeteksi 
Dokumen memvalidasi sebagai CSS level 3!  






Kesimpulan : kesimpulan dari analisa ke 2 web ini adalah Web Universitas Narotama : http://www.narotama.ac.id/ dan web Universitas Kristen Maranatha : http://www.maranatha.edu/. terdapat banyak kesalahan dan peringatan pada code HTML XHTMLan terhadap web http://www.narotama.ac.id/ terdeteksi Hasil: 27 Kesalahan, 3 peringatan. dibandingkan web http://www.maranatha.edu/. terdeteksi Hasil: 9 Kesalahan, 2 peringatan dana pada percobaan testing code CSS terjadi kesama pada website tersebut. di telah terjadi Dokumen memvalidasi sebagai CSS level 3 pada web tersebut.

 


  Sumber : http://validator.w3.org/
Posted by Panji Teguh On 10.52 No comments READ FULL POST

Selasa, 16 April 2013

Analisa dan Komparasi Parameter pada Web


Pada postingan kali ini saya akan membahas, menganalisis dan melakukan komparasi bagaimana sebuah website bisa di katakan baik dari segi parameter - parameter tertentu

Dalam sebuah website dapat dikatakan baik, jika dibahas satu persatu akan banyak sekali parameter-parameternya. Contohnya saja dari segi menganalisis Implementasi (page generation) & pengujian (testing)
Suatu kegiatan untuk mewujudkan desain menjadi suatu web site. Teknologi yang digunakan tergantung dengan kebutuhan yang telah dirumuskan pada tahap analisis.
Pengujian dilakukan setelah implementasi selesai dilaksanakan. Pengujian meliputi beberapa parameter yang akan menentukan standar aplikasi berbasis web yang telah dibuat. Tahap pengujian adalah suatu proses untuk menguji aplikasi berbasis web yang telah selesai dibuat. Hal ini bertujuan untuk menemukan kesalahan dan kemudian memperbaikinya. Pengembang suatu aplikasi berbasis web mendapat tantangan besar untuk melakukan pengujian karena karakter aplikasi ini yang beroperasi pada jaringan dengan berbagai macam pengguna, berbagai macam sistem operasi, perangkat keras, browser, protokol komunikasi, dll.
Ada beberapa pendekatan yang digunakan untuk melakukan pengujian, yaitu :
1. Pengujian fungsional dan operasional (fungsional and operational testing)
Bertujuan untuk menguji masukan dan keluaran dari aplikasi ini.
Hasil keluaran aplikasi bergantung dari teknologi yang digunakan, baik itu bahasa pemrograman maupun bahasa skrip yang digunakan.
Untuk menguji code HTML dan CSS yang digunakan dapat menggunakan alat bantu W3C HTML Validation Service di http://validator.w3.org/ dan W3C CSS Validation Service di http://jigsaw.w3.org/css-validator/
2. Pengujian navigasi (navigation testing)
Hal ini digunakan untuk melihat kesesuaian antara desain navigasi dengan navigasi yang ada di aplikasi. Navigasi berhubungan dengan link-link yang terdapat didalam aplikasi.
Untuk menguji link dapat digunakan alat bantu W3C Link Checker Service di http://validator.w3.org/checklink
3. Pengujian konfigurasi (configuration testing)
Pengujian ini dilakukan pada sistem operasi, browser, sistem perangkat keras dan perangkat lunak pendukung. Pengujian ini dilakukan untuk menentukan batas toleransi kebutuhan aplikasi akan perangkat lunak dan perangkat keras pendukungnya.
4. Pengujian keamanan dan performansi (security and performance testing)
Pengujian ini dilakukan untuk melihat tingkat keamanan aplikasi dengan cara menguji aspek-aspek yang dapat menimbulkan gangguan keamanan aplikasi maupun server. Keamanan aplikasi sangat bergantung pada teknologi pengembangan website, konfigurasi server yang digunakan dan kelakuan sistem. Pengujian performansi dapat dilakukan bersamaan dengan pengujian keamanan aplikasi, karena keamanan aplikasi berbasis web juga tergantung dari performansi server dan aplikasi tersebut.dll

Dan saya tidak akan membahas semuanya satu persatu, di sini saya akan membahas salah satu parameter website yang menjadi sebuah kriteria dan disini saya akan menggunakan alat bantu untuk membuat sebuah penilaian dalam menguji code HTML dan CSS saya mengunakan alat bantu W3C HTML Validation Service di http://validator.w3.org/ dan W3C CSS Validation Service di http://jigsaw.w3.org/css-validator/ . untuk membuat suatu perbandingan.

Saya akan memcoba pada studi khusus saya mengenai Testing pada parameter " fungsional and operational testing " saya akan menganalisis dan melakukan Komparasi Terhadap 2 website yaitu : 1 http://diploma.gunadarma.ac.id/mpemasaran/ dan 2 http://diploma.gunadarma.ac.id/akuntansi/ . saya akan membuat suatu perbandingan


                                            ( http://diploma.gunadarma.ac.id/mpemasaran/ )

                                            ( http://diploma.gunadarma.ac.id/akuntansi/ )


Testing yang pertama akan mencoba code HTML XTML pada website http://diploma.gunadarma.ac.id/mpemasaran/ . pada website itu telah terdekteksi Kesalahan pada saat memeriksa dokumen sebagai XHTML 1.0 Strict! :
Hasil: 27 Kesalahan, 3 peringatan (s)
alamat: http://diploma.gunadarma.ac.id/mpemasaran/
Encoding: iso-8859-1
Doctype: XHTML 1.0 Strict
Elemen root: html
Akar Ruang nama: http://www.w3.org/1999/xhtml  


pada pengujian CSS telah terdeteksi
Dokumen memvalidasi sebagai CSS level 3

this icon to your Web page:

 Valid CSS!
<p>
    <a href="http://jigsaw.w3.org/css-validator/check/referer">
        <img style="border:0;width:88px;height:31px"
            src="http://jigsaw.w3.org/css-validator/images/vcss"
            alt="Valid CSS!" />
    </a>
</p>
            
Valid CSS!
<p>
<a href="http://jigsaw.w3.org/css-validator/check/referer">
    <img style="border:0;width:88px;height:31px"
        src="http://jigsaw.w3.org/css-validator/images/vcss-blue"
        alt="Valid CSS!" />
</a>
</p>
        
(close the img tag with > instead of /> if using HTML <= 4.01)

Warnings (2)

URI : http://diploma.gunadarma.ac.id/mpemasaran/asset/css/iz_style.css

219 #content-wrap Same color for background-color and border-top-color
223 #header Same color for background-color and color


Dari analisa yang pertama website diploma.gunadarma.ac.id/mpemasaran mencoba code HTML XTML telah terdeteksi XHTML 1.0 Strict! Hasil: 27 Kesalahan, 3 peringatan
Encoding: iso-8859-1 Elemen root: html
dan
Pada pengujian CSS telah terdeteksi 
Dokumen memvalidasi sebagai CSS level 3!



 Testing yang Kedua akan mencoba code HTML XTML pada website http://diploma.gunadarma.ac.id/akuntansi/. pada website itu telah terdekteksi Kesalahan pada saat memeriksa dokumen sebagai 


XHTML 1.0 Strict! :

Hasil: 9 Kesalahan, 2 peringatan (s)
alamat:
http://diploma.gunadarma.ac.id/akuntansi/
Encoding: iso-8859-1
Doctype: XHTML 1.0 Strict
Elemen root: html
Akar Ruang nama: http://www.w3.org/1999/xhtml 


Pada pengujian CSS telah terdeteksi 
Dokumen memvalidasi sebagai CSS level 3!


this icon to your Web page

 Valid CSS!
<p>
    <a href="http://jigsaw.w3.org/css-validator/check/referer">
        <img style="border:0;width:88px;height:31px"
            src="http://jigsaw.w3.org/css-validator/images/vcss"
            alt="Valid CSS!" />
    </a>
</p>
            
Valid CSS!
<p>
<a href="http://jigsaw.w3.org/css-validator/check/referer">
    <img style="border:0;width:88px;height:31px"
        src="http://jigsaw.w3.org/css-validator/images/vcss-blue"
        alt="Valid CSS!" />
</a>
</p>
 
(close the img tag with > instead of /> if using HTML <= 4.01) 

 

Warnings (2)

URI : http://diploma.gunadarma.ac.id/akuntansi/asset/css/iz_style.css

220 #content-wrap Same color for background-color and border-top-color
224 #header Same color for background-color and color



Dari analisa yang kedua web diploma.gunadarma.ac.id/akuntansi mencoba code HTML XTML telah terdeteksi XHTML 1.0 Strict! : Hasil: 9 Kesalahan, 2 peringatan (s) Encoding: iso-8859-1 Elemen root: html dan Pada pengujian CSS telah terdeteksi 
Dokumen memvalidasi sebagai CSS level 3!  





Kesimpulan : kesimpulan dari analisa ke 2 web ini adalah diploma.gunadarma.ac.id/mpemasaran dan diploma.guhadarma/akuntasi . terdapat banyak kesalahan dan peringatan pada code HTML XHTMLan terhadap web diploma.gunadarma/mpemasaran terdeteksi Hasil: 27 Kesalahan, 3 peringatan. dibandingkan web diploma.gunadarma.ac.id/akuntansi terdeteksi Hasil: 9 Kesalahan, 2 peringatan dana pada percobaan testing code CSS terjadi kesama pada website tersebut. di telah terjadi Dokumen memvalidasi sebagai CSS level 3 pada web tersebut.






Sumber : http://kmrg.itb.ac.id/blog/ 
                http://validator.w3.org/ 
                http://jigsaw.w3.org/css-validator/






















 
Posted by Panji Teguh On 11.12 No comments READ FULL POST

Senin, 25 Maret 2013


Tugas 2
Nama : Panji Teguh Triyanto 
NPM : 55411506
Mata Kuliah : Pengantar Web Science#
 
Berhubung dengan Tugas saya pada mata kuliah Web Science. Postingan kali ini Saya akan Mencari satu Topik yang berhubungan megenai Perkembangan Teknologi web dan saya akan Menjelaskan sedikit Tentang CMS ( Content Management System )

CMS DAN PERKEMBANGAN CMS WORDPRESS

Berhubungan dengan CMS WordPress adalah sebuah aplikasi sumber terbuka (open source) yang sangat populer digunakan sebagai mesin blog (blog engine). WordPress dibangun dengan bahasa pemrograman PHP dan basis data (database) MySQL. PHP dan MySQL, keduanya merupakan perangkat lunak sumber terbuka (open source software). Selain sebagai blog, WordPress juga mulai digunakan sebagai sebuah CMS (Content Management System) karena kemampuannya untuk dimodifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. WordPress adalah penerus resmi dari b2/cafelog yang dikembangkan oleh Michel Valdrighi. Nama WordPress diusulkan oleh Christine Selleck, teman ketua pengembang (developer), Matt Mullenweg.
Sejarah WordPress dimulai saat Matt Mullenweg yang merupakan pengguna aktif dari b2 mengetahui bahwa proses pengembangan b2 dihentikan oleh pemrogramnya (programmer) yang bernama Michel Valdrighi, Matt Mullenweg merasa sayang dan mulai melanjutkan pengembangan b2.
WordPress muncul pertama kali di tahun 2003 hasil kerja keras Matt Mullenweg dengan Mike Little. Yang membuat WordPress makin terkenal, selain karena banyaknya fitur dan tampilan yang menarik, adalah juga karena dukungan komunitas terhadap perangkat lunak sumber terbuka untuk blog.
WordPress.com dan WordPress.org
WordPress menyediakan dua alamat yang berbeda, yaitu WordPress.com dan WordPress.org.
WordPress.com merupakan situs layanan blog yang menggunakan mesin WordPress, didirikan oleh perusahaan Automattic. Dengan mendaftar pada situs WordPress.com, pengguna tidak perlu melakukan instalasi atau konfigurasi yang cukup sulit. Sayangnya, pengguna WordPress.com tidak dapat mengubah template standar yang sudah disediakan. Artinya, pengguna tidak dapat menambahkan asesori apa pun selain yang sudah disediakan. Meski demikian, fitur yang disediakan oleh WordPress.com sudah cukup bagus.
WordPress.org merupakan wilayah pengembang (developer). Di alamat ini, seseorang dapat mengunduh (download) aplikasi beserta seluruh berkas CMS WordPress. Selanjutnya, CMS ini dapat diubah ulang selama seseorang menguasai PHP, CSS dan skrip lain yang menyertainya. WordPress dengan Bahasa Indonesia ada berkat kerja para kontributor di Indonesia yang dipimpin oleh Huda Toriq, seorang Mahasiswa Kedokteran dari Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang.
Berikut ringkasan perbedaan dalam penggunaan WordPress.com dan WordPress.org:
WordPress.com: untuk pengguna yang ingin membuat blog sendiri secara cepat dan punya alamat website.
WordPress.org: untuk pengguna yang ingin memodifikasi WordPress menurut kebutuhan sendiri atau ingin membuat blog menggunakan alamat dan server sendiri.
Keunggulan dan Fitur WordPress
Tampilan Administrasi WordPress 3.3
WordPress memiliki banyak keunggulan dan fitur untuk dunia blog, antara lain :
Gratis. Untuk mendapatkan perangkat lunak WordPress hanya perlu mengunduh dari situsnya tanpa dipungut biaya, bahkan untuk blog komersial sekalipun.
Berbasis kode sumber terbuka (open source). Pengguna dapat melihat dan memperoleh barisan kode-kode penyusun perangkat lunak WordPress tersebut secara bebas, sehingga pengguna tingkat lanjut yang memiliki kemampuan pemrograman dapat bebas melakukan modifikasi, bahkan dapat mengembangkan sendiri program WordPress tersebut lebih lanjut sesuai keinginan.
Templat atau desain tampilannya mudah dimodifikasi sesuai keinginan pengguna. Sehingga apabila pengguna memiliki pengetahuan HTML yang memadai, maka pengguna tersebut dapat berkreasi membuat template sendiri. Pengguna yang tidak mengerti HTML, tentu saja masih dapat memilih ribuan template yang tersedia di internet secara bebas, yang tentu saja gratis.
Pengoperasiannya mudah.
Satu blog WordPress, dapat digunakan untuk banyak pengguna (multi user). Sehingga WordPress juga sering digunakan untuk blog komunitas. Anggota komunitas tersebut dapat berperan sebagai kontributor.
Jika pengguna sebelumnya telah mempunyai blog tidak berbayar, misalnya di alamat Blogger, LiveJournal, atau TypePad, pengguna dapat mengimpor isi blog-blog tersebut ke alamat hosting blog pribadi yang menggunakan perangkat lunak WordPress. Dengan demikian pengguna tidak perlu khawatir isi blog yang lama akan menjadi sia-sia setelah menggunakan perangkat lunak WordPress.
Selain pengguna yang banyak, banyak pula dukungan komunitas (community support) untuk WordPress.
Tersedia banyak plugin yang selalu berkembang. Plugin WordPress sendiri yaitu sebuah program tambahan yang bisa diintegrasikan dengan WordPress untuk memberikan fungsi-fungsi lain yang belum tersedia pada instalasi standar. Misalnya plugin anti-spam, plugin web counter, album foto.
Kemampuan untuk dapat memunculkan XML, XHTML, dan CSS standar.
Tersedianya struktur permalink yang memungkinkan mesin pencari mengenali struktur blog dengan baik.
Kemungkinan untuk meningkatkan performa blog dengan ekstensi.
Mampu mendukung banyak kategori untuk satu artikel. Satu artikel dalam WordPress dapat dikatogorisasikan ke dalam beberapa kategori. Dengan multikategori, pencarian dan pengaksesan informasi menjadi lebih mudah.
Fasilitas Trackback dan Pingback. Juga memiliki kemampuan untuk melakukan otomatis Ping (RPC Ping) ke berbagai search engine dan web directory, sehingga website yang dibuat dengan WordPress akan lebih cepat ter index pada search engine.
Fasilitas format teks dan gaya teks. WordPress menyediakan fitur pengelolaan teks yang cukup lengkap. Fitur – fitur format dan gaya teks pada kebanyakan perangkat lunak pengolah kata seperti cetak tebal, cetak miring, rata kanan, rata kiri, tautan tersedia di WordPress.
Halaman statis (Halaman khusus yang terpisah dari kumpulan tulisan pada blog).
Mendukung LaTeX.
Mempunyai kemampuan optimalisasi yang baik pada Mesin Pencari (Search Engine Optimizer)





Pengguna internet aktif, CMS mungkin sudah tidak terdengar asing lagi. CMS atau Content Management System adalah suatu sistem yang digunakan untuk mengelola dan memfasilitasi proses pembuatan, pembaharuan, dan publikasi content secara bersama (collaborative content management) di suatu web.Content mengacu pada informasi dalam bentuk teks, grafik, gambar maupun dalam format-format lain yang perlu dikelola dengan tujuan memudahkan proses pembuatan, pembaharuan, distribusi, pencarian, analisis, dan meningkatkan fleksibilitas untuk ditransformasikan ke dalam bentuk lain. Terminologi CMS sendiri cukup luas, di antaranya mencakup software aplikasi, database, arsip, workflow, dan alat bantu lainnya yang dapat dikelola sebagai bagian dari mekanisme jaringan informasi suatu perusahaan maupun global.


Dengan adanya CMS yang terintegrasi dengan sebuah Website akan memberikan suatu nilai lebih yang akan meningkatkan fungsionalitas dan fleksibiltas dari Web Site tersebut, terlebih pada Website yang tujuan pemanfaatannya sebagai media promosi dan membangun citra konsumen, dimana kontinuitas dan inovasi dalam pemasaran produk-produk secara berkala dan berkesinambungan sebagai suatu hal yang memegang peranan penting dalam tercapainya target pemasaran.

CMS (Content Management System) adalah aplikasi web yang siap pakai. Ini merupakan istilah untuk pemilik website mengupdate websitenya tanpa bantuan pengembang web. Yang dilakukan pengembang web hanya installasi awal dan konfigurasi awal saja. Selanjutnya untuk pengisian artikel, gambar, dan konten-konten lainnya bisa dilakukan oleh pemilik website tanpa harus mengetahui kode-kode HTML ataupun pemrograman web seperti PHP atau ASP .NET
Berikut adalah beberapa CMS Gratis (Free) yang memang sudah banyak dipakai atau memiliki banyak komunitas antara lain:







Drupal (http://drupal.org)
Drupal adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen konten yang bebas dan terbuka yang di distribusikan dibawah lisensi GPL, Pengembangan dan perawatannya dilakukan oleh ribuan komunitas pengguna dan pengembang di seluruh dunia.
Drupal dapat digunakan untuk membangun:
  1. Portal Web Komunitas
  2. Situs Diskusi
  3. Website Perusahaan
  4. Aplikasi Internal
  5. Website Personal atau Blog
  6. Aplikasi Komersial E-Commerce
  7. Kumpulan Sumber Informasi
  8. Situs Jaringan Sosial
  9. Website Multi Bahasa
Mambo (http://source.mambo-foundation.org)
Sebuah Sistem Manajemen Konten (Content Management System, CMS) open source yang digunakan untuk menciptakan dan mengelola situs web dari yang paling sederhana sampai aplikasi perusahaan yang paling kompleks sekalipun. Mambo dikenal mudah untuk diinstal, gampang dikelola dan memiliki kapabilitas yang tinggi.

Joomla (http://joomla.org)
Sistem Manajemen Konten (SMK atau CMS) yang bebas dan terbuka (free opensource) ditulis menggunakan PHP dan basisdata MySQL untuk keperluan di internet maupun intranet. Joomla pertamakali dirilis dengan versi 1.0.0. Fitur-fitur Joomla! diantaranya adalah sistem caching untuk peningkatan performansi, RSS, blogs, poling, dll. Joomla! menggunakan lisensi GPL.

WordPress (http://wordpress.org)
Sistem CMS Wordpres mungkin yang paling digemari para blogger newbie hingga expert dalam pengembangan blog personal saat ini, selain karena kemudahan (user friendly) juga karena dukungan optimalisasi SEO. Selain itu ada banyak plugins yang dapat dimanfaatkan untuk membangun sebuah situs.



Sumber dari :  http://tutorial.dumbstrack.org/sekilas-tentang-cms/ 
                      http://it.edikomputer.com/sejarah-perkembangan-cms-wordpress/
                  


Posted by Panji Teguh On 18.26 No comments READ FULL POST

TUGAS 1
Nama : Panji Teguh Triyanto
NPM : 55411506
Mata Kuliah : Pengantar Web Science#


PENGALAMANKU MENGENAI KENAL DENGAN INTERNET

Pengalamanku  pertama mengenai menggunakan internet  merupakan berawal dari sejak saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) . Saat saya lumayan masih kecil itu, saya di perkenalkan internet oleh kedua kakak saya.
Awalnya kakak pertama saya yang Laki - laki  ingin mengerjakan tugas di internet, di temani kakak kedua saya yang Perempuan dan juga saya.
Ketika kakak-kakak saya sedang mengerjakan tugasnya, saya penasaran ada apa sajakah di dalam monitor tersebut? kenapa mereka begitu asyik mengotak-atik dan mengoprek - oprekkan keyboard dan memperhatikan monitor?
Saya pun bertanya kepada kakak laki-laki saya, bisa apa sajakah benda tersebut. Kakak saya menjelaskan bahwa kita bisa mencari info apapun yang kita inginkan di dalam Google. Google adalah sebuah website, di mana berbagai macam situs dan info terdapat di dalamnya dari seluruh dunia maya . Ketika saya ingin mencobanya, hal pertama yang ingin saya tanyakan adalah mencari gambar Tokoh Kartu yang tidak asing lagi yaitu "Crayon Shinchan". Pada saat jaman saya SD, film animasi Crayon Shinchan adalah film yang paling booming, dan tokoh pemeren utamanya adalah Si Shinchan. dengan karakter Lucu jail . dan suka mengesalkan :)
Berawal dari saya mengetik nama Crayon Shinchan , Muncullah banyak situs yang berkaitan dengan tokoh kartun tersebut. Saya pun mulai takjub dan semakin penasaran dengan internet yang bernama "Google".







    Setelah saya telah duduk di bangku SMP, sayapun mulai mempelajari komputer. Dimulai dari latihan jari menggunakan keyboard, memahami apa arti komputer, dsb. Semakin ke jenjang yang lebih tinggi bukan hanya komputer saja, tapi saya mulai mempelajari bagaimana mempelajari internet, bagaimana memanfaatkan web bernama yahoo, friendster, email. Ketika duduk di bangku SMA, saya mulai mempelajari berbagai macam Sistem Operasi pada komputer, agar kita lebih mudah lagi memanfaatkannya. Komputer pun semakin canggih dan internet juga semakin meluas di mana-mana.
Saya telah mengenal adanya facebook, twitter, skype, berbagai macam virus, aplikasi-aplikasi yang tersedia, apa itu "download" dsb. Web yang tersedia untuk mempermudah kita mencari berbagai info pun sudah semakin banyak dan canggih, awalnya hanya ada google saja, sekarang sudah ada google chrome, opera mini dsb.
      dan Saya sangat senang dan sangat terbantu dengan adanya fasilitas internet yang menghubungkan jaringan dari seluruh dunia. Yang dapat memerikan kita informasi-informasi ter update yang kita inginkan. Dan sampai saat kini saya duduk di bangku perkuliahan, fasilitas internet akan terus berkembang, dan terus maju sesuai dengan jaman. dan kebetulan saya saat ini kuliah berbaur dengan yang namanya Internet :)

Posted by Panji Teguh On 17.59 No comments READ FULL POST
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Hijri Date Converter


    Blogger news


    Get this widget!

    Blogroll

    Viewers